Yuk Belajar Menulis Fiksi!
Sebagian dari kamu pasti ada yang mau jadi penulis. Ngaku deh! Tapi banyak yang bilang menulis itu bakat dari lahir, padahal siapapun bisa menulis loh. Karena setiap dari kita pasti punya cerita dan kisah yang belum pernah diceritakan.
Menulis gak harus melulu kaku dan formal. Kita juga bisa kok mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan cara imajinatif, unik dan puitis ketika menulis. Tulisan seperti ini berjenis fiksi dan biasa kamu temui pada cerpen atau novel.
Saat menulis fiksi biasanya ada aja nih tantangannya, misalnya punya ide cerita yang bagus tapi bingung gimana nulisnya. Kalau kamu pernah ngalamin hal serupa, tenang aja. Kamu tidak sendiri! Nah, aku punya tips ampuh nih untuk kamu yang mau menulis fiksi.
1. Mulai Menulis
Ingat, sebuah tulisan tidak akan jadi kalau kamu tidak pernah menuliskannya. Penulis bukan pekerjaan orang yang malas loh. Untuk mulai menulis kita perlu membangun kebiasaan. Dengan begitu, menulis rasanya kaya makan nasi, udah makan besoknya masih mau makan lagi dan lagi. Kalau masih bingung juga, kamu bisa membentuk saat ternyaman untuk menulis, misalnya saat malam hari atau setelah bangun tidur. Kalau mau yang unik, kamu juga bisa coba menulis dengan posisi sikap lilin.
2. Tentukan Tema
Setelah mulai menulis kamu bisa coba tentukan tema untuk tulisan kamu. Misalnya kamu suka cerita fantasi seperti The Chronichles of Narnia atau Divergent? Atau kamu suka cerita romance seperti The Fault in Our Stars? Dari tema yang kamu pilih seperti fantasi dan romance kamu bisa menentukan apa pokok persoalan yang akan disampaikan dalam tulisan kamu nantinya. Berikan juga “sesuatu” untuk pembaca baik ilmu pengetahuan, motivasi, hikmah hidup, atau hal-hal baru yang bermanfaat untuk pembaca meski hanya tulisan fiksi. Jangan lupa selalu gunakan VAK (visual, audio, kinestetik) saat menulis karena mudah sekali untuk menulis apa yang kita lihat, dengar, dan rasakan langsung.
3. Kumpulkan Bahan
Misalnya dalam novel kamu bercerita tentang kehidupan di Belanda. Otomatis kamu harus tahu banyak soal Belanda seperti orang-orang di sana, kebiasaannya, apa yang khas dari Belanda, atau bahkan kamu sampai harus coba untuk hidup di sana. Bahan-bahan ini gak cuma kamu dapatkan dari riset langsung atau membaca buku aja loh. Bisa juga lewat ide yang tiba-tiba datang. Karena inspirasi bisa datang di mana saja, sangat penting untuk penulis membawa buku catatan kemanapun. Dari ide-ide kecil yang kamu dapatkan, bukan tidak mungkin hal itu dapat menjadi plot yang menarik.
4. Buat Outline (Kerangka Cerita)
Dalam menulis sangat penting untuk membuat outline (kerangka). Tujuannya sebagai pengikat ide agar garis besar cerita yang kita tulis tetap teratur. Misalnya bagian 1 membahas tentang A, bagian 2 tentang B, dan seterusnya. Usahakan juga untuk membuat kerangka sedetail mungkin di setiap bab. Kenapa? Sebab, jika ada cerita yang kurang mendukung atau mengganjal langsung dapat diketahui dari outline yang dibuat. Akan lebih sulit lagi jika mengedit cerita saat sudah ditulis deskripsinya karena bisa saja kamu harus menghapus sebagian atau bahkan seluruh halaman.
5. Kembangkan
Setelah membuat outline waktunya mengembangkan deskripsi singkat menjadi karangan yang sebenarnya. Misalnya di bab pertama membahas tentang masa kecil si tokoh. Dalam cerita, si tokoh memiliki pengalaman buruk di masa kecil sehingga sekarang dia tidak dapat berbicara dan takut bertemu orang lain. Nah, kamu harus jelasin gimana kondisi setting tempatnya, mimik wajah si tokoh, karakter lain di sekitar tokoh sampai suasana saat itu agar pembaca merasakan emosi yang kamu ciptakan. Pastikan kamu mengemas cerita semenarik mungkin dengan gayamu sendiri.
Jadi gimana? Udah gak ragu kan untuk mulai menulis fiksi? Karena, semakin sering kamu merangkai kata demi kata, kelak akan kamu temukan hal-hal tak terduga di dalamnya. Semua orang memang bisa menulis, tapi tidak semua orang dapat menulis dengan baik dan benar.

Menginspirasi , i like��
ReplyDeleteTerima kasih :)
DeleteKebetulan banget saya lagi belajar cara menulis fiksi, tipsnya sangat membantu terima kasih:);)
ReplyDeleteWah semangat terus menulisnya ya!
DeleteKebetulan banget saya lagi belajar cara menulis fiksi, tipsnya sangat membantu terima kasih:);)
ReplyDeletetipsnya sangat membantu saya terima kasih :)
ReplyDeleteSama sama yaa :)
Delete